MAKALAH
PERKEMBANGAN HEWAN
“IMPLANTASI DAN PLASENTASI”
Dosen Mata Kuliah
Dra. Ellen Adil M.Si
Dr. Anita C. C. Tengker S. Ked M.Kes
DISUSUN OLEH:
Cindy Prisilia Makasambi (18 507 043)
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
2020
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadiran TUHAN Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan perlindungan-NYA sehingga kami kelompok dapat menyelesaikan makalah kami dengan baik.
Semoga makalah yang kami buat ini dapat menambah ilmu bagi pembaca. Dan apabila ada kesalahan dalam penulisan makalah kami, kami mohon maaf, dan kami menghimbau jika ada kritikan atau pun saran dari pembaca demi kesempunaan makalah kami.
Tondano, 18 April 2020
Penyusun
(Cindy Prisilia Makasambi)
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………...
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………….
Latar Belakang………………………………………………………….................
Rumusan Masalah………………………………………………………………....
Tujuan……………………………………………………………………………..
BAB II PEMBAHASAN……………….…………………………………………………….
2.1 Pengertian Implantasi/Nidasi………..…..............................................................
2.2 Implantasi Abnormal………….………………….……………………………….
2.3 Proses Plasentasi……………………………..........................................................
2.4 Fungsi Plasentasi…………..………….……………………………….……………
2.5 Jenis-jenis Plasentasi…………………...…………………….…………….………
BAB III PENUTUP……………………………………………………...…………………... 3.1 Kesimpulan…………………………………………………...……….…………..
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………..……….
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Nidasi/implantasi merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Apabila nidasi telah terjadi, maka dimulailah diferensiasi sel-sel blastula. Sel-sel yang lebih kecil, terletak deka truang exocoeloma membentuk entederm dan yolk salc.Sedangkan sel-sel yang lebih besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion. Sehingga terbentuk lempengem brional (embryonal-plate) dianta raruang amnion dengan yolk salc. Materi ini bermanfaat selain sebagai tentang pengetahuan lebih mendalam tentang konsepsi, dan implantasi, juga untuk mengetahui metode-metode dalam menghindari adanya kehamilan, baik secara alami maupun intervensi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian implantasi ?
2. Bagaimana plaseta abnormal ?
3. Bagaimana proses plasentasi?
4. Apa fungsi plasenta?
5. Apa jenis-jenis plasenta?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas , maka tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian implantasi.
2. Agar pembaca dapat mengetahui tentang Proses terjadinya implantasi.
3. Agar pembaca dapat mengetahui tentang tipe implantasi
4. Agar dapat memahami bagaimana plasentae abnormal
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Implantasi/Nidasi
Nidasi/implantasi merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula dilindungi oleh simpai yang disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium dalam keadaan sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua. Setelah terjadi fertilisasi, zigot mamalia yang terbentuk segera mengalami proses pembelahan di dalam oviduk. Selanjutnya blastula yang terdiri dari inner cell mass dan trophoblast akan mengalir ke dalam uterus. Pada manusia, perjalanan zigot yang berkembang di dalam oviduk adalah sekitar 5 hari. Setelah memasuki uterus, mula-mula blastosis terapung-apung di dalam lumen uterus. Selanjutnya, 6-7 hari setelah fertilisasi embrio mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya.
Proses Terjadinya Implantasi/Nidasi
Menurut Boron, Walter, and Emile (2004) implantasi dimulai ketika blastokista datang dan melakukan kontak dengan dinding rahim. Untuk dapat melakukan implantasi, blastokista pertama perlu untuk menyingkirkan zona pelusidanya. Proses ini bisa disebut "menetas". Faktor litik dalam rongga rahim, serta faktor-faktor dari blastokista itu sendiri sangat penting untuk proses ini. Mekanisme di kedua ditunjukkan dengan bahwa zona pelusida tetap utuh jika telur tidak dibuahi ditempatkan di dalam rahim dalam kondisi yang sama. Sebuah substansi mungkin terlibat adalah plasmin.
Tipe-tipe Nidasi/Implantasi
Berdasarkan proses perlekatan antara trophoblast dan sel epitel endometrium induk, tipe-tipe nidasi/implantasi adalah sebagai berikut :
1. Implantasi Invasif
Pada hewan dengan implantasi invasive, dinding rahim di daerah tempat terjadinya implantasi akan mengalami peningkatan vaskularisasi dan perubahan komposisi matriks interseluler, perubahan morfologi sel-sel stromanya serta peningkatan pertumbuhan kapiler-kapiler pembuluh darah. Reaksi ini dikenal sebagai reaksi desidualisasi primer.Dalam 2-3 hari proses desidualisasi semakin meluas (reaksi desidualisasi sekunder) untuk mempersiapkan endometrium sebagai bagian dari plasenta. Beberapa jam setelah terjadi periekatan, permukaan epitel endometrium pada daerah periekatan mengalami erosi. Penjuluran trofoblas menyelinap diantara sel-sel epitel dan kemudian mencernanya. Beberapa scl-sel trofoblas menyatu membentuk hubungan (syncytiotrophoblast), sedangkan yang lain tetap mempertahankan keutuhan selnya (sytotrophoblast). Sel-sel sitotrofoblas bertindak sebagai sebagai sumber proliferasi sel-sel trofoblas, sebaliknya sel-sel sinsisiotrofoblas tidak dapat berproliferasi telapi ia hanya dihasilkan dari sel-sel sitotrofoblas yang menyatu. Jaringan kelenjar uterus dan jaringan desidua disekitar trofoblas embrio yang sedang implan mengalami kerusakan. Kerusakan ini menyebabkan dikeluarkannya bahan-bahan metabolit (Iemak, karbohidrat, asam nukleat dan protein) yang bertindak sebagai sumber nutrisi bagi embrio yang sedang implan tersebut.
Contoh : Pada manusia, anjing, kucing, mamalia,rodentia
Implantasi invasive (Jaringan uterus dan jaringan sekitar trophoblast embrio mengalami kerusakan dan mengeluarkan zat metabolit sebagai sumber nutrisi.
2. Implantasi Non-Invasif
Pada hewan dengan implantasi non invasive, nutrisi selama proses implantasi disediakan oleh sekresi kelenjar uterus (susu uterus). Dengan perlekatan yang terjadi lebih lambat dan pertambahan ukuran blastosis (dalam hal ini trofoblasnya) yang relatif besar memungkinkan peningkatan luas permukaan untuk pertukaran metabolit dengan susu uterus terjadi. Luasnya permukaan trofoblas ini juga memungkinkan perlekatan yang lebih ekstensif dengan permukaan uterus selama proses implantasi.
Contoh : pada Babi, Kuda, Ruminansia
Implantasi non-invasive (Perlekatan lebih ekstensif dengan permukaan uterus selama proses implantasi
Berdasarkan kedalaman proses implantasi bisa kita bedakan atas tiga yaitu :
1. Implantasi interstitial/profundal
Implantasi profundal terjadi pada hewan-hewan dengan proses implantasi secara invasive. Implantasi interstisial terjadi pada manusia, sipanse dan marmut dimana invasi embrio merusak jaringan stroma uterus sedemikian dalam kemudian embrio masuk kedalam stroma dan permukaan uterus akan menutup daerah bekas masuknya embrio.
Implantasi Interstitial/Profundal
2. Implantasi eksentrik
Implantasi eksentrik terjadi pada hewan-hewan dengan proses implantasi secara invasive. Pada implantasi eksentrik seperti pada monyet resus, anjing, kucing dan tikus, kerusakan stroma terjadi hanya sebagian dan embrio yang berkembang masih berhubungan dengan lumen uterus.
Implantasi Ekstrinsik
3. Implantasi superfisialisentral
Implantasi superfisial terjadi pada hewan-hewan dengan proses implantasi secara non invasive. Pada implantasi superfisial seperti pada kuda, babi,sapi, domba dan kambing, perlekatan hanya terjadi pada permukaan uterus dan relatif tidak terjadi.
Implantasi Superficial
2.2 Implantasi Abnormal
Plasenta adalah bagian dari pertimbangan yang penting. Dimana plasenta memiliki peran sebagai zat transportasi dari ibu ke janin, hormon penghasil yang berguna selama kehamilan, serta lebih barier. Melihat pentingnya peran dari plasenta maka bila terjadi kelainan pada plasenta akan menyebabkan kelainan pada janin yang juga memerlukan proses persalinan. Kelainan pada plasenta dapat menyebabkan gangguan fungsi dari plasenta atau gangguan implantasi dari plasenta. Gangguan dari implantasi dapat berbentuk kelainan terletak implantasi atau kelainan dari kedalaman implantasinya. Kelainan letak implantasinya dalam hal ini adalah keadaan yang disebut sebagai plasenta previa. Sementara kelainan kedalaman dari yang disebut sebaga plasenta akreta, inkreta dan perkreta.
plasenta abnormal
Plasenta previa adalah suatu tempat dimana plasenta bertahan atau sangat dekat dengan ostium uteri internum. Bagian ini dibagi menjadi empat bagian yaitu :
Plasenta previa totalis: dimana ostium uteri internum tertutup seluruhnya oleh plasenta.
Plasenta previa parsialis: dimana ostium uteri internum sebagian besar oleh plasenta
Plasenta previa marginalis: di mana bagian tepi dari plasenta berada di tepi dari ostium uteri internum
Plasenta letak rendah: dimana plasenta berimplantasi pada segmen bawah rahim, tetapi tepi dari plasenta tidak mencapai ostium uteri internum, namun didekatnya.
Proses plasentasi \
Pembentukan plasenta adalah proses pembentukan struktur dan jenis plasenta. Pada manusia plasentasi terjadi 12-18 minggu . setelah fertilisasi.Tiga minggu pasca dimulai pembentukan vili korealis. Vili korealis ini akan bertumbuh menjadi suatu masa jaringan yaitu plasenta (Saifuddin, 2014:145-146). Lapisan desidua yang meliputi hasil konsepsi kea rah kavum uteri disebut desidua kapsularis, yang terletak antara hasil konsepsi dan dinding uterus disebut desidua basalis, disitu plasenta akan dibentuk. Darah ibu dan darah janin dipisahkan oleh dinding pembuluh darah janin dan lapisan korion. Plasenta yang demikian disebut plasenta jenis hemokorial.Disini jelas tidak ada percampuran darah antara darah janin dan darah ibu.Ada juga sel-sel desidua yang tidak dapat dihancurkan oleh trofoblas dan sel-sel ini akhirnya membentuk lapisan fibrinoid yang disebut lapisan Nitabuch. Ketika proses melahirkan, plasenta terlepas dari endometrium pada lapisan Nitabuch ini (Saifuddin, Pembentukan plasenta Plasentasi adalah proses pembentukan struktur dan jenis plasenta. Pada manusia plasentasi terjadi 12-18 minggu setelah fertilisasi.Tiga minggu pasca dimulai pembentukan vili korealis. Vili korealis ini akan bertumbuh menjadi suatu masa jaringan yaitu plasenta (Saifuddin, 2014:145-146). Lapisan desidua yang meliputi hasil konsepsi kea rah kavum uteri disebut desidua kapsularis, yang terletak antara hasil konsepsi dan dinding uterus disebut desidua basalis, disitu plasenta akan dibentuk. Darah ibu dan darah janin dipisahkan oleh dinding pembuluh darah janin dan lapisan korion. Plasenta yang demikian disebut plasenta jenis hemokorial.Disini jelas tidak ada percampuran darah antara darah janin dan darah ibu.Ada juga sel-sel desidua yang tidak dapat dihancurkan oleh trofoblas dan sel-sel ini akhirnya membentuk lapisan fibrinoid yang disebut lapisan Nitabuch. Ketika proses melahirkan, plasenta terlepas dari endometrium pada lapisan Nitabuch.
(Saifuddin,2014:146).
Pertumbuhan dan perkembangan Hasil Konsepsi Setelah terjadi pembuahan akibat bersatunya sel telur dengan sel sperma, kemudian akan diikuti oleh beberapa proses, pembelahan dan selanjutnya hasil konsepsi melakukan nidasi atau implantasi. Embryogenesis (pertumbuhan mudigah) merupakan pertumbuhan embrio yang bermula dari lempeng embrional (embrional plate) dan kemudian berdiferensiasi menjadi 3 unsur lapisan yaitu ektodermal, mesodermal dan entodermal. Ruang amnion akan tumbuh pesat mendesak exocoeloma sehingga dinding ruang amnion mendekati korion, mesoblas diruang amnio
2.4 Fungsi Plasenta
Plasenta memiliki empat fungsi :
Berfungsi mengirimkan gizi dan oksigen dari darah ibu pada janin.
Membawa karbondioksida dan sisa-sisa pembuangan janin kembali ke darah ibu.
Membentuk penahanan untuk infeksi dan obat-obatan tertentu. Tapi virus rubella dan aspirin dosis tinggi dapat menembus pertahanan plasenta. Antibodi dari darah ibu juga dapat menembus plasenta dan memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu sesaat setelah persalinan.
Mengeluarkan hormon, terutama human chorionic gonadotrophin (HCG), progesteron dan oestrogen
Jenis-jenis plasenta
Plasenta Previa
Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim (SBR) sehingga menutupi seluruh atau sebagian dari ostium uteri internum (OUI).7 Sejalan dengan bertambah membesarnya rahim dan meluasnya segmen bawah bawah rahim kearah proksimal memungkinkan plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim ikut berpindah mengikuti perluasan segmen bawah rahim seolah plasenta tersebut bermigrasi. Ostium uteri yang secara dinamik mendatar dan meluas dalam persalinan kala satu bisa mengubah luas permukaan serviks yang tertutup oleh plasenta. Fenomena ini berpengaruh pada derajat atau klasifikasi plasenta previa ketika pemeriksaan dilakukan baik dalam masa antenatal maupun masa intranatal, dengan ultrasonografi. Oleh karena itu pemeriksaan ultrasonografi perlu diulang secara berkala dalam asuhan antenatal maupun intranata.
Plasenta previa totalis
Jalan lahir bayi akan seluruhnya ditutupi oleh plasenta. Tertutupnya jalan lahir secara total menyebabkan bayi tidak mungkin lahir lewat vagina karena selama proses kemungkinan akan mengalami pendarahan yang sangat hebat .
Plasenta previa partialis
Plasenta previa partialis hampir menutupi sebagian atau separuh jalan lahir sehingga ada kemungkinan membuat bayi sulit untuk dilahirkan.mengatasi kondisi ini berarti bayi tidak bisa dilahirkan secara normal karena risiko pendarahannya masih besar.
Plasenta previa marginalis
Plasenta previa marginalis memang tidak menutupi jalan lahir saat sedang terjadi proses persalinan.ini dikarenakan yang tertutup hanya bagian tepi bagian dalam jalan lahir saja. Si kecil saat dilahirkan pun masih bisa terjadi secara normal. Hanya saja tetep ada kemungkinan besar terjadinya resiko Pendarahan.
Low-lying plasenta
Selain pendarahan, plasenta previa ditandai dengan perut yang nyeri.plasenta jenis ini biasanya terletak rendah karena hanya berjarak beberapa centimeter atau milimeter dari jalan lahir .
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Nidasi/implantasi merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula dilindungi oleh simpai yang disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium dalam keadaan sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua. Setelah terjadi fertilisasi, zigot mamalia yang terbentuk segera mengalami proses pembelahan di dalam oviduk. Selanjutnya blastula yang terdiri dari inner cell mass dan trophoblast akan mengalir ke dalam uterus. Pada manusia, perjalanan zigot yang berkembang di dalam oviduk adalah sekitar 5 hari. Setelah memasuki uterus, mula-mula blastosis terapung-apung di dalam lumen uterus. Selanjutnya, 6-7 hari setelah fertilisasi embrio mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya.
DAFTARPUSTAKA
Anggraini. 2014 “Perkembangan Embrio”. http//blog.uin-Malang.ac.id/bettie/2011/03/10/perkembangan embrio/. Diakses tanggal 28 september 2014.
Campbell, Neil A.2004.biology edisi ke-5 jilid 3 Ahli Bahasa Prof.Dr.Ir.Wasmen Manalu. Jakarta: Erlangga.
Gilbert, S.F.Development Biology. Ed,8, Sunderland: Sinaur
Majumdar, N.N. 1985. Textbook of Vertebrates Embryology.Ed. 5. New Delhi: Tata McGraw Hill
Moore, Keith L. 1988. The Developing Human. Philadelphia: W,B Saunders Company.
Ramadhy,Asep S. 2011. Biologi Reproduksi. Bandung; PT.Refika Aditama
Setyawan, Kharis. 2012 “Implantasi/Nidasi dan Plasentasi”. http://Goth-id.blogspot.com/2012/04.Implantasi-Nidasi-dan-Plasentasi.html
PERKEMBANGAN HEWAN
“IMPLANTASI DAN PLASENTASI”
Dosen Mata Kuliah
Dra. Ellen Adil M.Si
Dr. Anita C. C. Tengker S. Ked M.Kes
DISUSUN OLEH:
Cindy Prisilia Makasambi (18 507 043)
UNIVERSITAS NEGERI MANADO
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
2020
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadiran TUHAN Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan perlindungan-NYA sehingga kami kelompok dapat menyelesaikan makalah kami dengan baik.
Semoga makalah yang kami buat ini dapat menambah ilmu bagi pembaca. Dan apabila ada kesalahan dalam penulisan makalah kami, kami mohon maaf, dan kami menghimbau jika ada kritikan atau pun saran dari pembaca demi kesempunaan makalah kami.
Tondano, 18 April 2020
Penyusun
(Cindy Prisilia Makasambi)
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………...
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………….
Latar Belakang………………………………………………………….................
Rumusan Masalah………………………………………………………………....
Tujuan……………………………………………………………………………..
BAB II PEMBAHASAN……………….…………………………………………………….
2.1 Pengertian Implantasi/Nidasi………..…..............................................................
2.2 Implantasi Abnormal………….………………….……………………………….
2.3 Proses Plasentasi……………………………..........................................................
2.4 Fungsi Plasentasi…………..………….……………………………….……………
2.5 Jenis-jenis Plasentasi…………………...…………………….…………….………
BAB III PENUTUP……………………………………………………...…………………... 3.1 Kesimpulan…………………………………………………...……….…………..
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………..……….
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Nidasi/implantasi merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Apabila nidasi telah terjadi, maka dimulailah diferensiasi sel-sel blastula. Sel-sel yang lebih kecil, terletak deka truang exocoeloma membentuk entederm dan yolk salc.Sedangkan sel-sel yang lebih besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion. Sehingga terbentuk lempengem brional (embryonal-plate) dianta raruang amnion dengan yolk salc. Materi ini bermanfaat selain sebagai tentang pengetahuan lebih mendalam tentang konsepsi, dan implantasi, juga untuk mengetahui metode-metode dalam menghindari adanya kehamilan, baik secara alami maupun intervensi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian implantasi ?
2. Bagaimana plaseta abnormal ?
3. Bagaimana proses plasentasi?
4. Apa fungsi plasenta?
5. Apa jenis-jenis plasenta?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas , maka tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian implantasi.
2. Agar pembaca dapat mengetahui tentang Proses terjadinya implantasi.
3. Agar pembaca dapat mengetahui tentang tipe implantasi
4. Agar dapat memahami bagaimana plasentae abnormal
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Implantasi/Nidasi
Nidasi/implantasi merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula dilindungi oleh simpai yang disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium dalam keadaan sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua. Setelah terjadi fertilisasi, zigot mamalia yang terbentuk segera mengalami proses pembelahan di dalam oviduk. Selanjutnya blastula yang terdiri dari inner cell mass dan trophoblast akan mengalir ke dalam uterus. Pada manusia, perjalanan zigot yang berkembang di dalam oviduk adalah sekitar 5 hari. Setelah memasuki uterus, mula-mula blastosis terapung-apung di dalam lumen uterus. Selanjutnya, 6-7 hari setelah fertilisasi embrio mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya.
Proses Terjadinya Implantasi/Nidasi
Menurut Boron, Walter, and Emile (2004) implantasi dimulai ketika blastokista datang dan melakukan kontak dengan dinding rahim. Untuk dapat melakukan implantasi, blastokista pertama perlu untuk menyingkirkan zona pelusidanya. Proses ini bisa disebut "menetas". Faktor litik dalam rongga rahim, serta faktor-faktor dari blastokista itu sendiri sangat penting untuk proses ini. Mekanisme di kedua ditunjukkan dengan bahwa zona pelusida tetap utuh jika telur tidak dibuahi ditempatkan di dalam rahim dalam kondisi yang sama. Sebuah substansi mungkin terlibat adalah plasmin.
Tipe-tipe Nidasi/Implantasi
Berdasarkan proses perlekatan antara trophoblast dan sel epitel endometrium induk, tipe-tipe nidasi/implantasi adalah sebagai berikut :
1. Implantasi Invasif
Pada hewan dengan implantasi invasive, dinding rahim di daerah tempat terjadinya implantasi akan mengalami peningkatan vaskularisasi dan perubahan komposisi matriks interseluler, perubahan morfologi sel-sel stromanya serta peningkatan pertumbuhan kapiler-kapiler pembuluh darah. Reaksi ini dikenal sebagai reaksi desidualisasi primer.Dalam 2-3 hari proses desidualisasi semakin meluas (reaksi desidualisasi sekunder) untuk mempersiapkan endometrium sebagai bagian dari plasenta. Beberapa jam setelah terjadi periekatan, permukaan epitel endometrium pada daerah periekatan mengalami erosi. Penjuluran trofoblas menyelinap diantara sel-sel epitel dan kemudian mencernanya. Beberapa scl-sel trofoblas menyatu membentuk hubungan (syncytiotrophoblast), sedangkan yang lain tetap mempertahankan keutuhan selnya (sytotrophoblast). Sel-sel sitotrofoblas bertindak sebagai sebagai sumber proliferasi sel-sel trofoblas, sebaliknya sel-sel sinsisiotrofoblas tidak dapat berproliferasi telapi ia hanya dihasilkan dari sel-sel sitotrofoblas yang menyatu. Jaringan kelenjar uterus dan jaringan desidua disekitar trofoblas embrio yang sedang implan mengalami kerusakan. Kerusakan ini menyebabkan dikeluarkannya bahan-bahan metabolit (Iemak, karbohidrat, asam nukleat dan protein) yang bertindak sebagai sumber nutrisi bagi embrio yang sedang implan tersebut.
Contoh : Pada manusia, anjing, kucing, mamalia,rodentia
Implantasi invasive (Jaringan uterus dan jaringan sekitar trophoblast embrio mengalami kerusakan dan mengeluarkan zat metabolit sebagai sumber nutrisi.
2. Implantasi Non-Invasif
Pada hewan dengan implantasi non invasive, nutrisi selama proses implantasi disediakan oleh sekresi kelenjar uterus (susu uterus). Dengan perlekatan yang terjadi lebih lambat dan pertambahan ukuran blastosis (dalam hal ini trofoblasnya) yang relatif besar memungkinkan peningkatan luas permukaan untuk pertukaran metabolit dengan susu uterus terjadi. Luasnya permukaan trofoblas ini juga memungkinkan perlekatan yang lebih ekstensif dengan permukaan uterus selama proses implantasi.
Contoh : pada Babi, Kuda, Ruminansia
Implantasi non-invasive (Perlekatan lebih ekstensif dengan permukaan uterus selama proses implantasi
Berdasarkan kedalaman proses implantasi bisa kita bedakan atas tiga yaitu :
1. Implantasi interstitial/profundal
Implantasi profundal terjadi pada hewan-hewan dengan proses implantasi secara invasive. Implantasi interstisial terjadi pada manusia, sipanse dan marmut dimana invasi embrio merusak jaringan stroma uterus sedemikian dalam kemudian embrio masuk kedalam stroma dan permukaan uterus akan menutup daerah bekas masuknya embrio.
Implantasi Interstitial/Profundal
2. Implantasi eksentrik
Implantasi eksentrik terjadi pada hewan-hewan dengan proses implantasi secara invasive. Pada implantasi eksentrik seperti pada monyet resus, anjing, kucing dan tikus, kerusakan stroma terjadi hanya sebagian dan embrio yang berkembang masih berhubungan dengan lumen uterus.
Implantasi Ekstrinsik
3. Implantasi superfisialisentral
Implantasi superfisial terjadi pada hewan-hewan dengan proses implantasi secara non invasive. Pada implantasi superfisial seperti pada kuda, babi,sapi, domba dan kambing, perlekatan hanya terjadi pada permukaan uterus dan relatif tidak terjadi.
Implantasi Superficial
2.2 Implantasi Abnormal
Plasenta adalah bagian dari pertimbangan yang penting. Dimana plasenta memiliki peran sebagai zat transportasi dari ibu ke janin, hormon penghasil yang berguna selama kehamilan, serta lebih barier. Melihat pentingnya peran dari plasenta maka bila terjadi kelainan pada plasenta akan menyebabkan kelainan pada janin yang juga memerlukan proses persalinan. Kelainan pada plasenta dapat menyebabkan gangguan fungsi dari plasenta atau gangguan implantasi dari plasenta. Gangguan dari implantasi dapat berbentuk kelainan terletak implantasi atau kelainan dari kedalaman implantasinya. Kelainan letak implantasinya dalam hal ini adalah keadaan yang disebut sebagai plasenta previa. Sementara kelainan kedalaman dari yang disebut sebaga plasenta akreta, inkreta dan perkreta.
plasenta abnormal
Plasenta previa adalah suatu tempat dimana plasenta bertahan atau sangat dekat dengan ostium uteri internum. Bagian ini dibagi menjadi empat bagian yaitu :
Plasenta previa totalis: dimana ostium uteri internum tertutup seluruhnya oleh plasenta.
Plasenta previa parsialis: dimana ostium uteri internum sebagian besar oleh plasenta
Plasenta previa marginalis: di mana bagian tepi dari plasenta berada di tepi dari ostium uteri internum
Plasenta letak rendah: dimana plasenta berimplantasi pada segmen bawah rahim, tetapi tepi dari plasenta tidak mencapai ostium uteri internum, namun didekatnya.
Proses plasentasi \
Pembentukan plasenta adalah proses pembentukan struktur dan jenis plasenta. Pada manusia plasentasi terjadi 12-18 minggu . setelah fertilisasi.Tiga minggu pasca dimulai pembentukan vili korealis. Vili korealis ini akan bertumbuh menjadi suatu masa jaringan yaitu plasenta (Saifuddin, 2014:145-146). Lapisan desidua yang meliputi hasil konsepsi kea rah kavum uteri disebut desidua kapsularis, yang terletak antara hasil konsepsi dan dinding uterus disebut desidua basalis, disitu plasenta akan dibentuk. Darah ibu dan darah janin dipisahkan oleh dinding pembuluh darah janin dan lapisan korion. Plasenta yang demikian disebut plasenta jenis hemokorial.Disini jelas tidak ada percampuran darah antara darah janin dan darah ibu.Ada juga sel-sel desidua yang tidak dapat dihancurkan oleh trofoblas dan sel-sel ini akhirnya membentuk lapisan fibrinoid yang disebut lapisan Nitabuch. Ketika proses melahirkan, plasenta terlepas dari endometrium pada lapisan Nitabuch ini (Saifuddin, Pembentukan plasenta Plasentasi adalah proses pembentukan struktur dan jenis plasenta. Pada manusia plasentasi terjadi 12-18 minggu setelah fertilisasi.Tiga minggu pasca dimulai pembentukan vili korealis. Vili korealis ini akan bertumbuh menjadi suatu masa jaringan yaitu plasenta (Saifuddin, 2014:145-146). Lapisan desidua yang meliputi hasil konsepsi kea rah kavum uteri disebut desidua kapsularis, yang terletak antara hasil konsepsi dan dinding uterus disebut desidua basalis, disitu plasenta akan dibentuk. Darah ibu dan darah janin dipisahkan oleh dinding pembuluh darah janin dan lapisan korion. Plasenta yang demikian disebut plasenta jenis hemokorial.Disini jelas tidak ada percampuran darah antara darah janin dan darah ibu.Ada juga sel-sel desidua yang tidak dapat dihancurkan oleh trofoblas dan sel-sel ini akhirnya membentuk lapisan fibrinoid yang disebut lapisan Nitabuch. Ketika proses melahirkan, plasenta terlepas dari endometrium pada lapisan Nitabuch.
(Saifuddin,2014:146).
Pertumbuhan dan perkembangan Hasil Konsepsi Setelah terjadi pembuahan akibat bersatunya sel telur dengan sel sperma, kemudian akan diikuti oleh beberapa proses, pembelahan dan selanjutnya hasil konsepsi melakukan nidasi atau implantasi. Embryogenesis (pertumbuhan mudigah) merupakan pertumbuhan embrio yang bermula dari lempeng embrional (embrional plate) dan kemudian berdiferensiasi menjadi 3 unsur lapisan yaitu ektodermal, mesodermal dan entodermal. Ruang amnion akan tumbuh pesat mendesak exocoeloma sehingga dinding ruang amnion mendekati korion, mesoblas diruang amnio
2.4 Fungsi Plasenta
Plasenta memiliki empat fungsi :
Berfungsi mengirimkan gizi dan oksigen dari darah ibu pada janin.
Membawa karbondioksida dan sisa-sisa pembuangan janin kembali ke darah ibu.
Membentuk penahanan untuk infeksi dan obat-obatan tertentu. Tapi virus rubella dan aspirin dosis tinggi dapat menembus pertahanan plasenta. Antibodi dari darah ibu juga dapat menembus plasenta dan memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu sesaat setelah persalinan.
Mengeluarkan hormon, terutama human chorionic gonadotrophin (HCG), progesteron dan oestrogen
Jenis-jenis plasenta
Plasenta Previa
Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim (SBR) sehingga menutupi seluruh atau sebagian dari ostium uteri internum (OUI).7 Sejalan dengan bertambah membesarnya rahim dan meluasnya segmen bawah bawah rahim kearah proksimal memungkinkan plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim ikut berpindah mengikuti perluasan segmen bawah rahim seolah plasenta tersebut bermigrasi. Ostium uteri yang secara dinamik mendatar dan meluas dalam persalinan kala satu bisa mengubah luas permukaan serviks yang tertutup oleh plasenta. Fenomena ini berpengaruh pada derajat atau klasifikasi plasenta previa ketika pemeriksaan dilakukan baik dalam masa antenatal maupun masa intranatal, dengan ultrasonografi. Oleh karena itu pemeriksaan ultrasonografi perlu diulang secara berkala dalam asuhan antenatal maupun intranata.
Plasenta previa totalis
Jalan lahir bayi akan seluruhnya ditutupi oleh plasenta. Tertutupnya jalan lahir secara total menyebabkan bayi tidak mungkin lahir lewat vagina karena selama proses kemungkinan akan mengalami pendarahan yang sangat hebat .
Plasenta previa partialis
Plasenta previa partialis hampir menutupi sebagian atau separuh jalan lahir sehingga ada kemungkinan membuat bayi sulit untuk dilahirkan.mengatasi kondisi ini berarti bayi tidak bisa dilahirkan secara normal karena risiko pendarahannya masih besar.
Plasenta previa marginalis
Plasenta previa marginalis memang tidak menutupi jalan lahir saat sedang terjadi proses persalinan.ini dikarenakan yang tertutup hanya bagian tepi bagian dalam jalan lahir saja. Si kecil saat dilahirkan pun masih bisa terjadi secara normal. Hanya saja tetep ada kemungkinan besar terjadinya resiko Pendarahan.
Low-lying plasenta
Selain pendarahan, plasenta previa ditandai dengan perut yang nyeri.plasenta jenis ini biasanya terletak rendah karena hanya berjarak beberapa centimeter atau milimeter dari jalan lahir .
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Nidasi/implantasi merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula dilindungi oleh simpai yang disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium dalam keadaan sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua. Setelah terjadi fertilisasi, zigot mamalia yang terbentuk segera mengalami proses pembelahan di dalam oviduk. Selanjutnya blastula yang terdiri dari inner cell mass dan trophoblast akan mengalir ke dalam uterus. Pada manusia, perjalanan zigot yang berkembang di dalam oviduk adalah sekitar 5 hari. Setelah memasuki uterus, mula-mula blastosis terapung-apung di dalam lumen uterus. Selanjutnya, 6-7 hari setelah fertilisasi embrio mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya.
DAFTARPUSTAKA
Anggraini. 2014 “Perkembangan Embrio”. http//blog.uin-Malang.ac.id/bettie/2011/03/10/perkembangan embrio/. Diakses tanggal 28 september 2014.
Campbell, Neil A.2004.biology edisi ke-5 jilid 3 Ahli Bahasa Prof.Dr.Ir.Wasmen Manalu. Jakarta: Erlangga.
Gilbert, S.F.Development Biology. Ed,8, Sunderland: Sinaur
Majumdar, N.N. 1985. Textbook of Vertebrates Embryology.Ed. 5. New Delhi: Tata McGraw Hill
Moore, Keith L. 1988. The Developing Human. Philadelphia: W,B Saunders Company.
Ramadhy,Asep S. 2011. Biologi Reproduksi. Bandung; PT.Refika Aditama
Setyawan, Kharis. 2012 “Implantasi/Nidasi dan Plasentasi”. http://Goth-id.blogspot.com/2012/04.Implantasi-Nidasi-dan-Plasentasi.html
Comments
Post a Comment